Jenis-jenis
Jaringan Komputer PAN, LAN, MAN dan WAN
Jenis-jenis Jaringan
Komputer PAN, LAN, MAN dan WAN - Sebelum kita
membahas tentang Jenis-jenis jaringan komputer PAN, LAN, MAN dan WAN,
kita harus mengetahui pengertian dari jaringan komputer itu sendiri. Setelah
sebelumnya blogsolu memberikan tutorial tentang mengatasi komputer yang sering restart sendiri dan review
produk Iconia PC tablet dengan Windows 8, kali ini blogsolu akan
membagikan artikel yang membahas tentang Jenis-jenis
jaringan komputer.
Pengertian dari jaringan komputer secara umum adalah hubungan antara dua atau lebih sistem komputer melalui media komunikasi untuk melakukan komunikasi data satu dengan yang lainnya. Nah dalam jaringan komputer memiliki beberapa jenis. Dari jaringan yang sederhana sampai jaringan yang mencakup secara luas. Silahkan simak apa saja jenis-jenis jaringan pada komputer dibawah ini :
Pengertian dari jaringan komputer secara umum adalah hubungan antara dua atau lebih sistem komputer melalui media komunikasi untuk melakukan komunikasi data satu dengan yang lainnya. Nah dalam jaringan komputer memiliki beberapa jenis. Dari jaringan yang sederhana sampai jaringan yang mencakup secara luas. Silahkan simak apa saja jenis-jenis jaringan pada komputer dibawah ini :
Jenis-jenis
Jaringan Komputer
1. PAN (Personal Area Network)
PAN adalah singkatan dari personal area network. Jenis jaringan komputer PAN adalah hubungan antara dua atau lebih sistem komputer yang berjarak tidak terlalu jauh. Biasanya Jenis jaringan yang satu ini hanya berjarak 4 sampai 6 meter saja. Jenis jaringan ini sangat sering kita gunakan. contohnya menghubungkan hp dengan komputer.
2. LAN (Lokal Area Network)
LAN adalah singkatan dari lokal area network. Jenis jaringan LAN ini sangat sering kita temui di warnet-warnet, kampus, sekolah ataupun perkantoran yang membutuhkan hubungan atau koneksi antara dua komputer atau lebih dalam suatu ruangan.
3. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN singkatan dari metropolitan area network. Jenis jaringan komputer MAN ini adalah suatu jaringan komputer dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan suatu lokasi seperti sekolah, kampus, perkantoran dan pemerintahan. Sebenarnya jaringan MAN ini adalah gabungan dari beberapa jaringan LAN. Jangkauan dari jaringan MAN ini bisa mencapai 10 - 50 kilo meter.
4. WAN (Wide Area Network)
WAN singkatan dari wide area network. WAN adalah jenis jaringan komputer yang mencakup area yang cukup besar. contohnya adalah jaringan yang menghubugkan suatu wilayah atau suatu negara dengan negara lainnya.
Pengertian Dan Fungsi IP Address IP atau Internet Protocol berfungsi
menyampaikan paket data ke alamat yang tepat maka dari itu peranan Internet
Protokol sangat penting dari jaringan TCP dan IP., dikarenakan semua
aplikasi jaringan TCP IP pasti berpusat kepada Internet Protocol
dengan tujuan agar dapat berjalan dengan lancar dan baik Alamat ip address ini
digunakan
Sebagai
alamat dalam hubungan antar host di internet sehingga merupakan sebuah sistem
komunikasi yang universal karena merupakan metode pengalamatan yang telah
diterima di seluruh dunia dengan menentukan IP address dapat diartikan kita
telah memsuplai identitas yang universal bagi setiap interadce komputer namun
bila suatu komputer memiliki lebih dari satu interface contohnya menggunakan
dua ethernet maka kita harus memberikan 2 IP
address pada
komputer tersebut masing-masing untuk setiap interfacenya.
Pengertian
Dan Fungsi IP Address
Pengertian Dan Fungsi IP Address
IP Merupakan
Protokol pada network layer yang memiliki sifat dan perananan sebagai
Connectionless, yakni setiap paket data yang dikirimkan pada suatu saat akan
melalui rute secara independen. Paket IP atau datagram akan melalui rute
yang ditentukan oleh setiap router yang dilewati oleh datagram tersebut. Hal
ini memungkinkan keseluruhan datagram sampai di lokasi tujuan dalam urutan yang
berbeda karena menempuh rute yang berbeda pula.
Unreliable
atau ketidak handalan Adalah Protokol IP tidak menjamin datagram yang
dikirim pasti sampai ke tempat tujuan. Ia hanya akan melakukan best effort
delivery yakni melakukan usaha sebaik-baiknya agar paket yang dikirim tersebut
sampai ke tujuan.
Suatu
datagram bisa saja tidak sampai dengan selamat ke tujuan karena beberapa hal
berikut:
- Adanya bit error pada saat
pentransmisian datagram pada suatu medium
- Router yang dilewati mendiscard
datagram,
- karena terjadinya kongesti dan
kekurangan ruang memori buffer
- Putusnya rute ke tujuan,
- untuk sementara waktu akibat
adanya router yang down
- Terjadinya kekacauan routing,
- sehingga datagram mengalami
looping
IP juga didesain untuk dapat melewati
berbagai media komunikasi yang memiliki karakteristik dan kecepatan yang
berbeda-beda. Pada jaringan Ethernet, panjang satu datagram akan lebih besar
dari panjang datagram pada jaringan publik yang menggunakan media jaringan
telepon, atau pada jaringan wireless. Perbedaan ini semata-mata untuk mencapai
throughput yang baik pada setiap media.
Pada
umumnya, semakin cepat kemampuan transfer data pada media tersebut, semakin
besar panjang datagram maksimum yang digunakan. Akibat dari perbedaan ini,
datagram IP dapat mengalami fragmentasi ketika berpindah dari media kecepatan
tinggi ke kecepatan rendah misalnya dari LAN Ethernet 10 Mbps ke leased line
menggunakan Point-to-Point Protocol dengan kecepatan 64 kbps.
Pada
router/host penerima, datagram yang ter-fragmen ini harus disatukan kembali
sebelum diteruskan ke router berikutnya, atau ke lapisan transport pada host
tujuan. Hal ini menambah waktu pemrosesan pada router dan menyebabkan delay.
Seluruh sifat yang diuraikan pada di atas adalah akibat adanya sisi efisiensi
protokol yang dikorbankan sebagai konsekuensi dari keunggulan protokol IP.
Keunggulan
ini berupa kemampuan menggabungkan berbagai media komunikasi
dengan karakteristik yang berbeda-beda, fleksibel dengan perkembangan jaringan,
dapat merubah routing secara otomatis jika suatu rute mengalami kegagalan, dsb.
Misalnya, untuk dapat merubah routing secara dinamis, dipilih mekanisme routing
yang ditentukan oleh kondisi jaringan
Dan
elemen-elemen jaringan router. Selain itu, proses routing juga harus
dilakukan untuk setiap datagram, tidak hanya pada permulaan hubungan. Marilah
kita perhatikan struktur header dari protokol IP beserta fungsinya
masing-masing. Setiap protokol memiliki bit-bit ekstra diluar informasi/data
yang dibawanya.
Selain
informasi, Bit Bit ini juga berfungsi sebagai alat kontrol. Dari sisi
efisiensi, semakin besar jumlah bit ekstra ini, maka semakin kecil efisiensi
komunikasi yang berjalan. Sebaliknya semakin kecil jumlah bit ekstra ini,
semakin tinggi efisiensi komunikasi yang berjalan.
Disinilah
dilakukan trade-off antara keandalan datagram dan efisiensi. Sebagai contoh,
agar datagram IP dapat menemukan tujuannya, diperlukan informasi tambahan
yang harus dicantumkan pada header ini.
IP
V4
Pengertian Dan Penjelasan IP V4
IP V4 adalah sederetan angka biner sejumlah 32 bit. Setiap 8 bitnya dibatasi oleh titik (.)yang biasa disebut juga oktet. IP dibagi menjadi 5 keals, yaitu kelas A, B, C, D, E. Untuk lebih jelasnya, bias dilihat dibawah ini.
# IP Kelas A
~ Range : 0-127 ( 127 digunakan untuk localhost )
~ Bit pertama adalah : 0000
~ Jumlah net ID : 8 bit
~ Jumlah host ID : 24 bit
~ Bisa mencapai 16 jutaan host / network
# IP Kelas B
~ Range : 128-191
~ Bit pertama adalah : 1000
~ Jumlah net ID : 16 bit
~ Jumlah host ID : 16 bit
~ Bisa mencapai 65 ribuan host / network
# IP Kelas C
~ Range : 192-223
~ Bit pertama adalah : 1100
~ Jumlah net ID : 24 bit
~ Jumlah host ID : 8 bit
~ Bisa mencapai 254 host / network
# IP Kelas D
~ Range : 224-239
~ Bit pertama adalah : 1110
~ Digunakan untuk Multicast
# IP Kelas E
~ Range : 240-255
~ Bit pertama adalah : 1111
~ Hanya digunakan untuk Eksperimen
Kelas D dan E digunakan untuk Multicast dan Eksperimen. Multicast adalah pengalamatan untuk keperluan streaming, misalnya audio streaming dsb, dan dikenal dengan istilah multicasting.
IP V4 adalah sederetan angka biner sejumlah 32 bit. Setiap 8 bitnya dibatasi oleh titik (.)yang biasa disebut juga oktet. IP dibagi menjadi 5 keals, yaitu kelas A, B, C, D, E. Untuk lebih jelasnya, bias dilihat dibawah ini.
# IP Kelas A
~ Range : 0-127 ( 127 digunakan untuk localhost )
~ Bit pertama adalah : 0000
~ Jumlah net ID : 8 bit
~ Jumlah host ID : 24 bit
~ Bisa mencapai 16 jutaan host / network
# IP Kelas B
~ Range : 128-191
~ Bit pertama adalah : 1000
~ Jumlah net ID : 16 bit
~ Jumlah host ID : 16 bit
~ Bisa mencapai 65 ribuan host / network
# IP Kelas C
~ Range : 192-223
~ Bit pertama adalah : 1100
~ Jumlah net ID : 24 bit
~ Jumlah host ID : 8 bit
~ Bisa mencapai 254 host / network
# IP Kelas D
~ Range : 224-239
~ Bit pertama adalah : 1110
~ Digunakan untuk Multicast
# IP Kelas E
~ Range : 240-255
~ Bit pertama adalah : 1111
~ Hanya digunakan untuk Eksperimen
Kelas D dan E digunakan untuk Multicast dan Eksperimen. Multicast adalah pengalamatan untuk keperluan streaming, misalnya audio streaming dsb, dan dikenal dengan istilah multicasting.
IPv4 adalah
sistem pengalamatan komputer dalam jaringan yang cirri – cirinya sbb:
- Dituliskan dalam format angka
decimal
- Penulisannya disajikan dalam
bentuk dotted decimal (angka decimal yang dipisahkan dengan titik). Contoh
: 192.168.200.1
- Dapat dipresentasikan dalam
formati binary patterns
- Panjang binary patterns adalah
32 bit
- Terbagi atas 4 oktet, 1 oktet =
8 bit atau 8 kombinasi angka 1 dan 0.
Contoh : 192.168.200.1
Binary patterns :
- 192 = 11000000 (oktet pertama)
- 168 = 10101000 (oktet kedua)
- 200 = 11001000 (oktet ketiga)
- 1 = 00000001 (oktet keempat)
Setiap bit
pada tiap oktet di IPv4 dapat dikonversikan dalam format decimal. Konversi
tersebut mengacu pada “The Power of 2″, karena bit hanya terdiiri dari 2 (dua)
angka yaitu 1 dan 0. The power of 2 artinya 2 pangkat x, dimana x adalah
representasi setiap bit. X dimulai dari 0 hingga 7 (8 bit). Untuk lebih
jelasnya lihat table berikut ini.
|
27
|
26
|
25
|
24
|
23
|
22
|
21
|
20
|
|
128
|
64
|
32
|
16
|
8
|
4
|
2
|
1
|
Untuk lebih
jelasnya. Saya akan berikan contoh soal peng-konversian angka desimal ke binary
patterns.
Konversikan
angka decimal 201 ke binary patterns :
|
“Power of 2″
|
27
|
26
|
25
|
24
|
23
|
22
|
21
|
20
|
|
Nilai “Power of two” dalam desimal
|
128
|
64
|
0
|
0
|
8
|
0
|
0
|
1
|
|
Representasi bit
|
1
|
1
|
0
|
0
|
1
|
0
|
0
|
1
|
Jumlahkan
nilai power of two yang direpresentasikan oleh binary 1. 128+54+8+1 = 201. Dan
angka biner (binary) dari bilangan decimal 20110 adalah 110010012
SUBNETING
IP
Address
IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan
jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary
digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri
dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai
255.
Jenis-jenis IP Address terdiri dari :
1. IP Public
Public bit tertinggi range address bit network address
kelas A 0 0 – 127* 8
kelas B 10 128 – 191 16
kelas C 110 192 – 223 24
kelas D 1110 224 – 239 28
2. Privat
IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.
10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
Kesimpulan
1.0.0.0 – 126.0.0.0 : Kelas A.
127.0.0.0 : Loopback network.
128.0.0.0 – 191.255.0.0 : Kelas B.
192.0.0.0 – 223.255.255.0 : Kelas C.
224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.
3. Ipv6
terdiri dari 16 oktet, contoh :
A524:72D3:2C80:DD02:0029:EC7A:002B:EA73
Jenis-jenis IP Address terdiri dari :
1. IP Public
Public bit tertinggi range address bit network address
kelas A 0 0 – 127* 8
kelas B 10 128 – 191 16
kelas C 110 192 – 223 24
kelas D 1110 224 – 239 28
2. Privat
IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.
10.0.0.0 – 10.255.255.255
172.16.0.0 – 172.31.255.255
192.168.0.0 – 192.168.255.255
Kesimpulan
1.0.0.0 – 126.0.0.0 : Kelas A.
127.0.0.0 : Loopback network.
128.0.0.0 – 191.255.0.0 : Kelas B.
192.0.0.0 – 223.255.255.0 : Kelas C.
224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.
3. Ipv6
terdiri dari 16 oktet, contoh :
A524:72D3:2C80:DD02:0029:EC7A:002B:EA73
Penghitungan Subneting
Setelah anda membaca artikel Konsep Subnetting dan memahami konsep
Subnetting dengan baik. Kali ini saatnya anda mempelajari teknik penghitungan
subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary
yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua
pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per
Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya
ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address
192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu? Ya, /24
diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1.
Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000
(255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain
Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan
untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:
|
|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang
terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa: 192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan: Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua
pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah
host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita
selesaikan dengan urutan seperti itu:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet
terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir
untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2,
dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada
oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host
- Blok Subnet = 256 – 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet
berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya
adalah 0, 64, 128, 192.
- Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid?
Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka
setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
|
Subnet
|
192.168.1.0
|
192.168.1.64
|
192.168.1.128
|
192.168.1.192
|
|
Host Pertama
|
192.168.1.1
|
192.168.1.65
|
192.168.1.129
|
192.168.1.193
|
|
Host Terakhir
|
192.168.1.62
|
192.168.1.126
|
192.168.1.190
|
192.168.1.254
|
|
Broadcast
|
192.168.1.63
|
192.168.1.127
|
192.168.1.191
|
192.168.1.255
|
Kita sudah selesaikan
subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk
subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang
bisa digunakan untuk subnetting class C adalah:
|
Subnet Mask
|
Nilai CIDR
|
|
255.255.255.128
|
/25
|
|
255.255.255.192
|
/26
|
|
255.255.255.224
|
/27
|
|
255.255.255.240
|
/28
|
|
255.255.255.248
|
/29
|
|
255.255.255.252
|
/30
|
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class
B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah:
|
|
Ok, kita coba satu soal untuk Class B dengan network address172.16.0.0/18.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti
11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet
terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
- Jumlah Host per Subnet = 2y – 2,
dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2
oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host
- Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan
128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
|
Subnet
|
172.16.0.0
|
172.16.64.0
|
172.16.128.0
|
172.16.192.0
|
|
Host Pertama
|
172.16.0.1
|
172.16.64.1
|
172.16.128.1
|
172.16.192.1
|
|
Host Terakhir
|
172.16.63.254
|
172.16.127.254
|
172.16.191.254
|
172.16.255.254
|
|
Broadcast
|
172.16.63.255
|
172.16.127.255
|
172.16.191.255
|
172.16..255.255
|
Masih bingung? Ok kita coba
satu lagi untuk Class B.Bagaimana dengan network address 172.16.0.0/25.
Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti
11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 29 = 512
subnet
- Jumlah Host per Subnet = 27 – 2 =
126 host
- Blok Subnet = 256 – 128 = 128.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
|
Subnet
|
172.16.0.0
|
172.16.0.128
|
172.16.1.0
|
…
|
172.16.255.128
|
|
Host Pertama
|
172.16.0.1
|
172.16.0.129
|
172.16.1.1
|
…
|
172.16.255.129
|
|
Host Terakhir
|
172.16.0.126
|
172.16.0.254
|
172.16.1.126
|
…
|
172.16.255.254
|
|
Broadcast
|
172.16.0.127
|
172.16.0.255
|
172.16.1.127
|
…
|
172.16.255.255
|
Masih bingung juga? Ok
sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua
sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau
Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir),
kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang
bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8
sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti
11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
- Jumlah Subnet = 28 = 256
subnet
- Jumlah Host per Subnet = 216 – 2
= 65534 host
- Blok Subnet = 256 – 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
- Alamat host dan broadcast yang valid?
|
Subnet
|
10.0.0.0
|
10.1.0.0
|
…
|
10.254.0.0
|
10.255.0.0
|
|
Host Pertama
|
10.0.0.1
|
10.1.0.1
|
…
|
10.254.0.1
|
10.255.0.1
|
|
Host Terakhir
|
10.0.255.254
|
10.1.255.254
|
…
|
10.254.255.254
|
10.255.255.254
|
|
Broadcast
|
10.0.255.255
|
10.1.255.255
|
…
|
10.254.255.255
|
10.255.255.255
|





Comments
Post a Comment